Resensi Buku Filsafat Dakwah Ilmu Dakwah dan Penerapannya Karya Ki Moesea A. Machfoeld - RM Tutorial

Terbaru

26 April 2017

Resensi Buku Filsafat Dakwah Ilmu Dakwah dan Penerapannya Karya Ki Moesea A. Machfoeld

RESESI BUKU
Oleh: Asrul Mahfud
Judul Buku      : FILSAFAT DAKWAH ilmu dakwah dan penerapannya
Pengarang       : Ki Moesa A. Machfoeld
Penerbit           : PT Bulan Bintang - Jakarta
Tahun              : 2004
Cetakan           : Ke-2
Halaman          : xxxiv + 150 halaman



Penulis mengawali uraiannya melalui pengantar tentang sejarah dakwah dalam perkembangan islam di indonesia. Dijelaskan proses islamisasi sehingga penduduk di indonesia 90% beragama islam. Akan tetapi keislaman orang indonesia dibagi oleh penulis menjadi dua yaitu islam santri dan islam abangan. Diuraikan juga proses dakwah dari berbagai organisasi di era modern. Ulasan tentang dakwah memberi wawasan yang luas kepada pembaca tentang makna dakwah dan perbedaannya antara ta’lim, taswir, tazkir.
Uraiannya tentang filsafat dakwah sangat berkaitan dengan filsafat manusia (filsafat antropologi), kajian ini sangat penting guna memberi wawasan tentang apa dan siapa manusia serta fungsi dan peranannya dimuka bumi.
Uraian tentang ad-dinul islam mengantarkan kepada kita akan pemahaman tentang islam secara menyeluruh, sehingga setiap orang akan menjadi jelas betapa islam memberi petunjuk dalam seluruh aspek kehidupan. Penulis juga menguraikan tentang ibadah dan menjekaskan ibadah secara luas. Dan kemudian diuraikan tentang metode dakwah yang memberi wawasan kepada pembaca bagaimana seoranag da’i melakukan dakwah secara baik dan tepat sehingga dapat efektif.
Secara filosofis yang hendak di kaji dalam filsafat dakwah adalah hakikat dakwah yaitu apa sebenarnya dakwah itu. Berkaitan dengan itu, maka yang dikaji adalah keseluruhan dari proses komunikasi, transformasi ajaran dan nilai-nilai islam serta proses internalisasi, pengalaman dan pentradisian ajaran dan nilai-nilai islam, perubahan keyakinan, sikap dan prilaku pada manusia dalam relasinya dengan Allah SWT., sesama manusia dan alam lingkungnanya.
Filsafat dakwah juga berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari secara kritis dan mendalam tentang dakwah (tujuan dakwah, mengapa diperlukan proses komunikasi dan transformasi ajaran dan nilai-nilai islam dan untuk mengubah keyakinan, sikap dan prilaku seseorang khas islam) dan respon terhadap dakwah yang dilakukan oleh para dai dan mubaligh, sehingga orang yang didakwahi dapat menjadi manusia-manusia yang baik dalam arti beriman, berakhlak mulia seperti yang di ajarkan oleh islam dan pada giliran nya dapat melakukan kerja pembangunan (islah), membangun kehidupan yang damai, harmonis dan sejahtra, dalam rangka mewujudkan kerahmatan Allah didunia ( rahmatan lilalamin).
Dengan demikian buku ini mengkaji filsafat dakwah secara kritis dan mendalam:
  1. Mengapa ajaran dan nilai islam perlu dikomunikasikan, disosialiasikan, dididikkan dan di amalkan;
  2. Mengapa keyakinan manusia perlu diluruskan
  3. Mengapa pikiran manusia perlu di bebaskan dari hal-hal yang irrasional, mengapa jiwa manusia perlu di bersihkan dari pengaruh buruk hawa nafsu
  4. Mengapa nilai-nilai kemanusiaan perlu di tumbuh kembangkan
Objek dan ruang lingkup dakwah secara ringkas mencakup empat hal yang selalu mempunyai kaitan erat yaitu:
  1. Manusia sebagai pemberi dan penerima dakwah
  2. Agama islam sebagai pesan dan materi yang harus disampaikan, diimani, serta diwujudkan dalam masyarakat
  3. Allah yang menciptakan manusia dan alam, sebagai Rab yang memelihara alam dan menurunkan agama islam serta menentukan terjadinya proses dakwah
  4. Lingkungan, yaitu alam tempat terjadinya proses dakwah. Karena dakwah merupakan proses interaksi antara manusia, agama islam, Allah, dan lingkungan, maka ruang lingkup dakwah sangat luas.

Tujuan dakwah dalam buku ini disampaikan adalah mempertemukan kembali fitrah manusia dengan agama atau menyadarkan manusia supaya mengakui kebenaran islam dan mau mengamalkan ajaran islam sehingga menjadi orang baik. Dengan semakin banyaknya orang yang sadar kepada kebenaran islam, masyarakat atau dunia akan menjadi semakin baik dan makin tentram. Oleh karena itu, dakwah harus dilandasi cinta kasih pada sesama manusia untuk menyelamatkan manusia.
Ada dua aspek makna pentingnya dakwah bagi manusia, yaitu untuk memelihara dan mengembalikan martabat manusia, dan untuk membina akhlak manusia.
Beberapa hal yang perlu dipahami tentang hakikat makna dakwah, yaitu :

Dakwah sebagai “kerja Tuhan”

Dakwah pada hakikatnya bukan hanya kerja manusia saja (da’i), tetapi juga “kerja” (takdir) Tuhan. Karena keberhasilan suatu dakwah tidak hanya ditentukan oleh manusia tetapi juga oleh persetujuan atau takdir Allah. Oleh karena itu, setiap da’i tidak boleh hanya mengandalkan ketrampilan-nya saja, tetapi juga harus selalu berdoa untuk keberhasilanya.
·         Dakwah sebagai ajakan
1.      Dakwah sebagai ajakan kepada seseorang atau sekelompok orang untuk mengikuti dan mengamalkan ajaran dan nilai-nilai islam.
2.      Dakwah sebagai ajakan juga berarti mengajak seseorang atau sekelompok orang dari satu sisi kesisi yang lebih islami.
3.      Dakwah sebagai ajakan juga berarti upaya memanggil kembali hati nurani (fitrah) untuk menghilangkan sifat buruk dan menggantinya dengan sifat mulia.

·         Dakwah sebagai proses komunikasi
Dalam komunikasi terjadi proses transformasi yang diikuti dengan perubahan sikap dan prilaku manusia.

·         Dakwah sebagai penyebaran rahmat Allah
Dakwah juga berarti penyebaran rahmat cinta kasih pada sesama manusia bahkan pada sesama makhluk seluruh alam.

·         Dakwah sebagai pembebasan
Islam mengandung ajaran atau petunjuk tentang cara membebaskan diri dari keterbelungguan terhadap alam, materi dan budaya atau tradisi; membebaskan diri dari kebodohan, kebekuan berpikir, kemiskinan, dan kemalasan.

·         Dakwah sebagai penyelamat manusia
Dakwah juga berarti sebagai pemyelamat manusia dari berbagai hal yang merugikan agama. Dakwah disebut dengan nahi mungkar adalah menjaga manusia agar tidak terperosok kedalam kesalahan dan dosa.

·         Dakwah sebagai pembangun peradaban
Manusia diciptakan untuk dijadikan khalifah-Nya di muka bumi. Sebagai khalifah Allah seharusnya manusia mengikuti konsep dan kebajikan dari yang diwakilinya. Dengan demikian, sebagai khalifah Allah, manusia harus terus membangun secara cerdas, yaitu membangun tanpa merusak.
Dan dapat diambil kesimpulan bahwa secara garis besar buku ini dibagi dalam tiga persoalan pokok yaitu prisip dasar atau hakikat metode dakwah, materi dakwah dengan pendekatan filsafat, dan metodologi dakwah yang berisi berbagai metode dakwah dan media dakwah.
Kelebihan dari buku ini sangat banyak, diantaranya adalah dari segi pendekatannya kajian buku ini membahas persoalan dakwah dengan menggunakan pendekatan filsafat dan sejarah dakwah. Dari segi bahasa penulis membahas dua tema yaitu filsafat dakwah dan metodologi dakwah. Ini sebabnya buku ini masih sangat relavan secara akademik sebagai bahan kajian, buku ini membahas hakikat dari metode dakwah dan dengan dalil-dalil yang jelas sehingga orang yang membacanyapun akan cepat paham.
Kajian metodologi-media dakwah penting karena umat islam semakin banyak menyadari makna penting memahami dan memanfaatkan budaya lokal sebagai media dakwah.
Kekurangan dari buku ini yaitu bila di pahami maka buku pembahasan historis nya hanya dikhusukan untuk orang Jawa, serta beberapa contoh metode dakwah disajikan dalam bahasa jawa, sehingga akan sulit jika di pahami apabila dibaca oleh kalangan diluar Jawa.

Buku filsafat dakwah ilmu dakwah dan penerapannya perlu dibaca oleh mahasiswa islam, khususnya mahasiswa Fakultas Dakwah karena selain memberi wawasan dakwah secara luas, juga banyak memberi inspirasi untuk secara kreatif menciptakan metode-metode dakwah baru yang sesuai dengan waktu, tempat dan orang yang didakwahi.