Makalah Resume Etika Komunikasi Islam - Mahfud RM Blog

Terbaru

26 April 2017

Makalah Resume Etika Komunikasi Islam


A.    Etika Dalam Berkomunikasi
Etika berasal dari kata ethikus (latin) dan dalam bahasa Yunani disebut ethicos yang berarti kebiasaan norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran baik dan buruk tingkah laku manusia. Jadi,etika komunikasi adalah norma, nilai, atau ukuran tingkah laku baik dalam kegiatan komunikasi di suatu masyarakat.
Etika dalam berkomunikasi merupakan hal yang wajib adanya, yaitu adanya rasa pemahaman dan rasa penghargaan maka komunikasi akan terjalinlebih mudah,dan jika komunikasi telah terjalin dengan mudah maka proses komunikasi antar manusia pun akan mudah. Berikut terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berkomunikasi :
·      Fokus pada lawan bicara;
·      Fokus pada masalah;
·      Jangan menimpali pembicaraan;
·      Saling menghargai;
·      Selingi dengan humor;

.Nilai-nilai yang membentuk etika harus kita pahami dengan benar karena sebenarnya tidak ada komunikasi yang tidak menggunakan nilai-nilai etika didalamnya, setiap bentuk komunikasi selalu menggunakan etika walaupun dalam keadaannya masing-masing sesuai dengan konteks tujuan dan situasi yang ada.

B.     Hubungan Etika Dengan Komunikasi

Menurut johanessen, hubungan etika dengan komunikasi memiliki makna sebagai standar perilaku yang baik dan benar, yang memungkinkan menjalankan aktivitas komunikasi secara etis dalam konteks budaya serta moralitas tertentu. Oleh karenanya ada beberapa prinsip dalam etika komunikasi, prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Prinsip kejujuran dalam pesan:
·         Pesan harus sungguh-sungguh menyatakan realitas yang sebenar-benarnya.
·         Menghindari upaya manipulasi dengan cara apapun.

2.      Prinsip manusia sebagai pribadi;
·         Interaksi yang dilakukan harus menghormati manusia sebagai pribadi.
·         Menghormati hak dan tanggung jawab terhadap pemilihan pesan yang dibutuhkan.
·         Pesan komunikasi tidak menjebak manusia dalam bertindak rasional.

3.     Prinsip tanggung jawab sosial;
·         Prinsip tanggung jawab sosial lebih menekankan pada minimalisasi dampak negatif, disampin juga diperuntukkan sebagai cara untuk melakukan kontrol sosial.
·         Setiap proses komunikasi akan selalu mengakibatkan dampak pada aspek kognitif, afektif dan konasi. Dampak yang ditimbulkan tersebut bisa bersifat positif dan negatif.

C.    Faktor-faktor Pendukung dan Penghambat Etika Komunikasi Islam

a.       Faktor-Faktor Pendukung Etika Komunikasi Islam

1.      Penguasaan Bahasa
Baik komunikator maupun audience (penerima informasi) harus menguasai bahasa yang digunakan dalam suatu proses komunikasi agar pesan yang disampaikan bisa dimegerti dan mendapatkan respon sesuai yang diharapkan.

2.      Sarana Komunikasi
Sarana yang dimaksud di sini adalah suatu alat penunjang dalam berkomunikasi baik secara verbal maupun non verbal.

3.      Kemampuan Berpikir
Kemampuan berpikir (kecerdasan) pelaku komunikasi baik komunikator maupun audience sangat mempengaruhi kelancaran komunikasi. Jika intelektualitas si pemberi pesan lebih tinggi dari pada penerima pesan, maka si pemberi pesan harus berusaha menjelaskan. Untuk itu diperlukan kemampuan berpikir yang baik agar proses komunikasi bisa menjadi lebih baik dan efektif serta mengena pada tujuan yang diharapkan.

4.      Lingkungan yang Baik
Lingkungan yang baik juga menjadi salah satu factor penunjang dalam berkomunikasi. Komunikasi yang dilakukan di suatu lingkungan yang tenang bisa lebih dipahami dengan baik dibandingkan dengan komunikasi yang dilakukan di tempat bising/berisik.

b.      Faktor-Faktor Penghambat Etika Komunikasi Islam

1.      Hambatan sosio-antro-psikologis
·         Hambatan sosiologis
Seorang sosiolog jerman bernama Ferdinand Tonnies mengklasifikasikan kehidupan masyarakat menjadi dua jenis, yaitu;
1)      Gemeinschaft, pergaulan hidup yang bersifat pribadi, statis, dan rasional,
2)      gesellschaft. pergaulan hidup yang bersifat pribadi, dinamis, dan rasional.
kehidupan masyarakat itu terbagi atas berbagai gologan dan lapisan, menimbulkan perbedaan status social, agama, ideologi, tingkat pendidikan, tingkat kekayaan, dan sebagainya, semua itu menjadi hambatan dalam berkomunikasi dan inilah yang termaksud dalam hambatan sosiologis.

·         Hambatan antropologis
Manusia, meskipun satu sama lain sama dalam jenisnya sebagai makhluk “homo sapiens”, tetapi ditakdirkan berbeda dalam banyak hal. Komunikasi berjalan lancar jika suatu pesan yang disampaikan komunikator diterima olehg komunikan secara tuntas, yaitu diterima dalam pengertian received atau secara inderawi, dan dalam pengertian accepted atau rohani.

·         Hambatan psikologis
Factor psikologis sering menjadi hambatan dalam berkomunikasi. Hal ini umunnya disebabkan sikomunikator dalam melancarkan komunikasinya tidak terlebih dahulu mengkaji si komunikan. Komunikasi sulit untuk berhasil apabila komunikan sedang sedih, bingung, marah, merasa kecewa, merasa iri hati, dan kondisi psikologi lainnya; juga jika komunikasi menaruh prasangka kepada komunikator. 

2.      Hambatan semantis
Factor semantis menyangkut bahasa yang dipergunakan komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaannya kepada komunikan. Agar proses komunikasi itu berjalan denga baik seorang komunikator hareus benar-benar memperhatikan gangguan semantis ini, sebab salah mengucap atau salah tulis dapat menimbulkan salah pengertian atau salah tafsir, yang pada gilirannya bisa ,menimbulkan salah komunikasi.

3.      Hambatan mekanis
Hambatan mekanis dijumpai pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi. Contohnya: suara telepon yang kurang jelas, berita surat kabar yang sulit dicari sambungan kolomnya, gambar yang kurang jelas pada pesawat televise dan lain-lain.

4.      Hambatan Ekologis
Hambatan ekologis terjadi oleh gangguan lingkungan terhadap proses berlangsungnya komunikasi. Contohnya adalah suara riuh (bising) orang-orang atau lalu lintas, suara hujan atau petir, suara pesawat terbang dan lain-lain.


D.    Penampilan Komunikator dan Komunikan Dalam Komunikasi

a.      Dari Segi Komunikator
1.      Kepandaian mengirim pesan
Komunikator yang menguasai teknik bicara, dapat membangkitkan minat pendengar dan memberikan keterangan-keterangan secara sistematis secara mudah ditangkap. Untuk itu, perlu adanya kesamaan reference antara komunikator dan komunikan agar dalam proses komunikasi berjalan lancar. Sebagaimana diungkapkan oleh teori Ogdem dan Richard bahwa reference diperlukan untuk menerjemahkan lambang dengan kenyataan atau wujud yang sebenarnya.

2.      Sikap komunikator
Komunikator yang bersikap sombong dan angkuh menyebabkan pendengar tidak senang dan menolak uraian dari komunikator.
3.      Pengetahuan komunikator
Komunikator yang berpengetahuan dan menguasai materi yang akan di sampaikan akan lebih mudah menyampaikan uraian-uraian. Selain itu, juga akan mudah menemukan contoh-contoh sehingga komunikasi akan lebih berhasil.

4.      Lahiriah komunikator yang normal
Suara yang mantap, ucapan yang jelas, sikap yang baik serta gerakan tangan yang tepat dapat mendukung pembicaraan.

5.      Cara berpakaian
Cara berpakaian komunikator sangat mempengaruhi suasana komunikasi agar komunikan tetap merasa nyaman dan bisa menerima pesan yang disampaikan dengan baik.

b.      Dari Segi Komunikan
1.      Kecakapan berkomunikasi komunikan
Walaupun komunikator memenuhi persyaratan, jika komunikan kurang cakap mendengarkan dan membaca, maka hasil komunikasi kurang baik.

2.      Sikap komunikan
Kadang-kadang komunikan telah curiga terhadap pembaca atau kadang-kadang bersikap apriori dan sebagainya.

3.      Pengetahuan komunikan
Dengan pengetahuan yang luas pendengar akan cepat menangkap pembicaraan karena ia mudah menafsirkan maksud dari komunikator.

4.      Sistem sosial
Komunikan harus membiasakan diri dengan kebiassaan-kebiasaan komunikator. Dengan kata lain komunikan harus menyesuaikan diri dengan sistem sosial komunikator.

5.      Keadaan lahiriah komunikan
Pendengaran, penglihatan, dan indra lain harus sempurna, indra yang tidak sempurna akan menyebabkan tanggapan yang kurang jelas.

E.     Penggunaan Kata dan Kalimat Dalam Berkomunikasi

·      Pengertian kata
Kata adalah suatu bentuk satuan dari suatu bahasa yang memiliki makna  (arti) dan terdiri satu atau lebih makna. Menggunakan kata, bentuk kata maupun ungkapan harus santun dan sesuai dengan situasi dan keadaan agar menciptakan kelangsungan dan kenyamanan saat berkomunikasi.

·         Pengertian kalimat
Kalimat adalah bahasa berupa rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna secara lengkap. Untuk mencapai komunikasi yang baik dan lancar, kalimat yang disampaikan harus efektif dan komunikatif.
Kalimat komunikasi yang baik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1.     Tidak menyimpang dari kaidah bahasa
2.    Logis atau dapat diterima nalar
3.    Jelas dan dapat menyampaikan maksud atau pesan dengan tepat
Saat berkomunikasi kita harus melihat kondisi dan situasi dalam berbahasa yang baik dan santun  dan jauhakan kalimat atau kata-kata yang tidak baik (kasar), yang dapat menyinggung perasaan pihak lawan bicara kita. Dalam berkomunikasi situasi atau kondisi apapun, yang paling penting adalah dapat menciptakan keadaan berkomunikasi yang baik (efektif) dan nyaman.
F.     Penggunaan Gaya dan Intonasi Dalam Berkomunikasi
Pada dasarnya gaya dan intonasi dalam berkomunikasi sudah ada pada manusia itu sendiri. Sehingga ketika melakukan komunikasi dengan orang lain itu akan muncul, pengalaman membuktikan bahwa komunikator yang menyampaikan dengan cara dan gaya bahasa yang baik adalah sangat penting dan bermanfaat, hal ini akan memperlancar proses komunikasi dan akan  menciptakan komunikasi yang harmonis. Dengan demikian juga  cara penyampaian suatu pesan yang memiliki suatu intonasi kepada khalayak yang menerima pesan yang bersumber dari komunikator.
·      Gaya
Pada etika komunikasi, berkomunikasi itu memiliki enam gaya yaitu :
1.      The Controlling Style
2.      Equalitarian Style
3.      The Structuring
4.      The Dynamic Style
5.      The Relinguishing Style
6.      The Withdrawal Style

·         Intonasi
Intonasi merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam etika komunikasi karena dengan memerhatikan intonasi ketika berkomunikasi maka pesan yang disampaikan akan lebih mudah dimengerti dan dipahami. Dengan menggunakan intonasi yang jelas, kemungkinan untuk terjadi miss communication akan semakin kecil. Berikut ini adalah beberapa macam yang harus dipehatikan dalam intonasi berkomunikasi :
1.      Cara Berbicara
2.      Vokalik

G.    Penggunaan Bahasa Verbal dan Nonverbal Dalam Berkomunikasi
·      Komunikasi Verbal 
proses penyampaian pikiran, pesan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan simbol yang menggunakan satu kata maupun lebih sebagai medianya. Media yang sering dipakai yaitu bahasa. Karena, bahasa mampu menerjemahkan pikiran seseorang kepada orang lain.
Jenis-jenis Komunikasi Verbal :
1.      Berbicara dan menulis
2.      Mendengarkan dan membaca

·      Komunikasi Nonverbal
proses penyampaian pesan kepada orang lain dengan tidak menggunakan kata-kata. Semua gerakan tubuh manusia mempunyai suatu makna dan tidak ada gerakan yang kebetulan. Contoh: mengangkat alis diartika tidak percaya, memukul dahi karena lupa sesuatu, mengetuk-ngetukkan jari tanda tak sabar.
Jenis-jenis komunikasi nonverbal :
1.      Sentuhan
2.      Kronemik
3.      Gerakan tubuh
4.      Proxemik (jarak)
Dalam ruang personal, dapat dibedakan menjadi 4 ruang interpersonal :
o  Jarak intim
o  Jarak personal
o  Jarak sosial
o  Jarak publik
5.      Vokalik
6.      Lingkungan


H.    Etika Dalam Berkomunikasi Bermedia

Dalam melakukan komunikasi antar sesama pada situs jejaring sosial media, biasanya kita melupakan etika dalam berkomunikasi. Sangat banyak kita temukan kata-kata kasar yang muncul dalam percakapan antar sesama di media sosial, baik itu secara sengaja ataupun tidak sengaja. Sebaiknya dalam melakukan komunikasi kita menggunakan kata-kata yang layak dan sopan pada akun-akun sosial media yang kita miliki. Berikut hal-hal yang harus di perhatikan dalam berkomunikasi bermedia :
1.      Jangan mengumbar informasi pribadi anda
2.      Menghargai hasil karya orang lain
3.      Hindari penyabaran SARA dan Pornografi
4.      Jangan ikut-ikutan berkomentar
5.      Hindari sosial media jika sedang emosi

I.       Prinsip-prinsip Komunikasi islam
1.      Prinsip Qaulan Baligha  (قَوْلًا بَلِيغًا) / Perkataan yang membekas pada jiwa

أُولَئِكَ الَّذِينَ يَعْلَمُ اللَّهُ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَعِظْهُمْ وَقُلْ لَهُمْ فِي أَنْفُسِهِمْ قَوْلًا بَلِيغًا 
Mereka itu adalah orang-orang yang (sesung­guhnya) Allah mengetahui apa yang ada di dalam hatinya. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka nasihat, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang membekas pada jiwanya.” (Q.s. an-Nisa'/4: 63).

2.     Prinsip Qaulan Qarima  (قَوْلًا كَرِيمًا) / Perkataan yang mulia

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik." (Q.s. al-Isra'/17: 23).

3.     Prinsip Qaulan Maysura  (قَوْلًا مَيْسُورًا) / Perkataan yang ringan

وَإِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَاءَ رَحْمَةٍ مِنْ رَبِّكَ تَرْجُوهَا فَقُلْ لَهُمْ قَوْلًا مَيْسُورًا
"Dan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang lemah lembut." (Q.s. al-Isra'/17: 28).

4.     Prinsip Qaulan Ma’rufa (قَوْلًا مَعْرُوفًا) / Perkataan yang baik
وَإِذَا حَضَرَ الْقِسْمَةَ أُولُو الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينُ فَارْزُقُوهُمْ مِنْهُ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلًا مَعْرُوفًا 
“Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.” (an-Nisa'/4: 8).

5.     Prinsip Qaulan Layyina (قَوْلًا لَيِّنًا) / Perkataan yang lembut
ٱذۡهَبَآ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ إِنَّهُۥ طَغَىٰ فَقُولَا لَهُۥ قَوۡلٗا لَّيِّنٗا لَّعَلَّهُۥ يَتَذَكَّرُ أَوۡ يَخۡشَىٰ
 “Pergilah kamu bedua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia benar-benar telah melampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir'aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut." (Q.s. Thaha/20: 44-43).

6.     Prinsip Qaulan Sadida  (قَوْلًا سَدِيدًا)

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا 
"Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang me­reka yang mereka khawatir atas (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar." (Q.s. al-Nisa'/4: 9)

7.      Qaulan Syawira  (قولا شور)  

فَبِمَا رَحۡمَةٖ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَۖ فَٱعۡفُ عَنۡهُمۡ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ وَشَاوِرۡهُمۡ فِي ٱلۡأَمۡرِۖ فَإِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَوَكِّلِينَ

Artinya; Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.  kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS. Ali ‘Imran: 159).

8.      Qaul az-Zur

ذَٰلِكَۖ وَمَن يُعَظِّمۡ حُرُمَٰتِ ٱللَّهِ فَهُوَ خَيۡرٞ لَّهُۥ عِندَ رَبِّهِۦۗ وَأُحِلَّتۡ لَكُمُ ٱلۡأَنۡعَٰمُ إِلَّا مَا يُتۡلَىٰ عَلَيۡكُمۡۖ فَٱجۡتَنِبُواْ ٱلرِّجۡسَ مِنَ ٱلۡأَوۡثَٰنِ وَٱجۡتَنِبُواْ قَوۡلَ ٱلزُّورِ

Artinya; Maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataanperkataan dusta. (QS.Al-Hajj: 30)


J.      Tujuan Dalam Komunikasi Islam

Secara umum Harold D Lasswel menyebutkan bahwa tujuan komunikasi ada empat, yaitu :
Ø  Social Change (Perubahan Sosial). Seseorang mengadakan komunikasi dengan orang lain, diharapkan adanya perubahan sosial dalam kehidupannya, seperti halnya kehidupannya akan lebih baik dari sebelum berkomunikasi.
Ø  Attitude Change (Perubahan Sikap). Seseorang berkomunikasi juga ingin mengadakan perubahan sikap.
Ø  Opinion Change (Perubahan Pendapat). Seseorang dalam  berkomunikasi mempunyai harapan untuk mengadakan perubahan pendapat.
Ø  Behavior Change (Perubahan Perilaku). Seseorang berkomunikasi juga ingin mengadakan perubahan perilaku.
Pendapat lain mengatakan bahwa secara umum akibat atau hasil komunikasi dapat mencakup tiga aspek, yakni:
Ø  Aspek Kognitif, yaitu menyangkut kesadaran dan pengetahuan.
Ø  Aspek Afektif, yaitu menyangkut sikap atau perasaan atau emosi.
Ø  Aspek Konatif, yaitu menyangkut perilaku atau melakukan sesuatu.

K.    Demensi Akhlak Dalam Etika Komunikasi

1.      Akhlaq terhadap Allah SWT
Menurut Kahar Masyhur dalam bukunya yang berjudul “Membina Moral dan Akhlak” bahwa akhlaq terhadap Allah, itu antara lain :
·      Cinta dan ikhlas kepada Allah SWT
·      Berbaik sangka kepada Allah SWT
·      Rela terhadap qadar dan qada (takdir baik dan buruk) dari Allah SWT
·      Bersyukur atas nikmat Allah SWT
·      Bertawakal/berserah diri kepada Allah SWT
·      Senantiasa mengingat Allah SWT
·      Memikirkan keindahan ciptaan Allah SWT
·      Melaksanakan apa-apa yang diperintahkan Allah SWT

2.      Akhlaq Dalam Keluarga
Kedudukan anak menurut agama, anak sebagai perhiasan kehidupan dunia, anak sebagai ujian bagi orang tua, anak sebagai penghibur hati.

·         Akhlak orang tua terhadap anak : memberi nama yang baik untuk anaknya, memberikan pendidikan yang layak kepada anaknya, dan memberikan makan, minum, pakaian dan kebutuhan sehari-hari anak dari harta yang halal.
·         Akhlak anak kepada orang tua : selalu memuliakan orang tua dan menghormatinya, tidak menghardik orang tua dan menjawab panggilannya dengan kasar.







bila ingin download silahkan:
gdrive
zippyshare